Peristiwa G30S/PKI Meninggalkan Bekas Luka Mendalam Hingga Saat Ini

Umarweb.com, Peristiwa G30S/PKI - Penindasan dan perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh sekelompok Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap warga Indonesia yang sebagian besar adalah para Ulama, dan tokoh masyarakat lainnya tidak terlupakan kejadiannya hingga saat ini. Bagaimana bisa dilupakan begitu saja peristiwa yang penuh dengan penumpahan darah dan kekejian. 

Dengan di pimpin oleh Letkol Untung, PKI dapat dengan cepat melakukan aksi biadabnya. Dari peristiwa tersebut ada enam orang Jenderal dan satu Kapten telah menjadi korban pembantaian ini. Nama-nama Jenderal dan termasuk satu Kapten tersebut, yaitu : Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal MT Haryono, Letnan Jenderal S Parman, Mayor Jenderal DI Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean. Ke-enam Jenderal dan satu Kapten tersebut telah dibunuh dengan cara keji oleh PKI.

Korban PKI sekaligus Pejuang Bangsa Indonesia
Dari sasaran PKI terhadap para petinggi TNI ada satu yang berhasil lolos, yaitu Panglima TNI AH Nasution, namun anaknya yang telah menjadi korban, yaitu Ade Irma Suryani yang telah tertembak oleh PKI. 

Jenazah dari ke-enam Jenderal dan satu Kapten tersebut kemudian dimassukkan ke Lubang Buaya, yang sekarang dapat ditemukan di Jakarta. Sungguh peristiwa yang tragis dan tidak dapat dilupakan.

Atas kesigapan dan keresahan Mayjen Soeharto terhadap kekejian PKI ini, Ia tidak tinggal diam dan langsung menggerakkan pasukannya untuk menumpas para PKI yang sebelumnya telah meminta izin kepada Soekarno.

Atas usaha dari Mayjen Soeharto beserta pasukan dan rekannya, akhirnya para PKI dapat ditangkap dan di adili bahkan hingga dihukum mati. Dalam kejadian ini, DN Aidit yang di duga sebagai dalang aksi G30S/PKI awalnya melarikan diri ke daerah Jawa Tengah bersama Ketua Biro Khusus PKI, yaitu Sam Kamaruzzaman. Tetapi mereka tidak dapat lepas dari pencarian pasukan pemberantas PKI, hingga akhirnya dapat ditemukan dan dibunuh.

Pada saat itu, terjadi pemberantasan besar-besaran terhadap siapapun yang bekerjasama dengan PKI atau yang terlibat langsung dengan PKI, bahkan ormas-ormas yang bersekongkol dengan PKI akan segera dimusnahkan, seperti CGMI, Lekra, Barisan Tani Indonesia (BTI), Gerakan Wanita Indonesia (GWI), dan lain-lain.

Berbagai kalangan bersama-sama menolak keberadaan PKI di Indonesia. Mereka bersatu padu dan bergerak di berbagai wilayah. Sebagian juga telah menghancurkan markas-markas PKI, juga menyerang berbagai toko, kantor, hingga Universitas yang dituding telah terlibat dengan PKI.

Dari pristiwa G30S/PKI ini, merupakan awal naiknya Presiden Soeharto dan awal jatuhnya Presiden Soekarno dalam memimpin bangsa Indonesia. Begitu banyak versi dari kisah terjadinya G30S/PKI dari berbagai media dan informasi. Ada yang menceritakan dengan versi a dan juga dengan versi b, namun yang poasti PKI sudah meninggalkan jejak dan peristiwa yang mengerikan dan penuh kekejian di Indonesia.

Peristiwa G30S/PKI tidak mudah untuk dilupakan oleh bangsa Indonesia atas apa yang telah dilakukan terhadap para pejuang bangsa Indoenesia. Isu politik tidak akan lepas dari setiap peristiwa yang telah terjadi di negeri ini. Kini tinggal para penerus bangsa yang akan memperjuangkan keadilan dan kemakmuran untuk bangsa Indonesia suapay terciptanya negara adil dan makmur.

0 Response to "Peristiwa G30S/PKI Meninggalkan Bekas Luka Mendalam Hingga Saat Ini"

Post a Comment