Mikhail Galuzin (Duta Besar Rusia Untuk Indonesia Memprihatinkan Krisis Rohingya

 
Mikhail Galuzin (Duta Besar Rusia untuk Indonesia)


Umarweb.com, News letter - Krisis kemanusiaan yang dialami oleh muslim Rohingya seakan tak henti-netinya mereka rasakan dari serangan militer Myanmar, dan begitu banyaknya sorotan dari berbagai negara di dunia salah satunya dari pemerintah Rusia.

Mikhail Galuzin yang merupakan Duta Besar untuk Indonesia sangat prihatin terhadap muslim Rohingya dengan kondisi yang terus didesak oleh serangan-serangan para militer Myanmar. Hal ini tentunya tidak dapat membuat Duta Besar Rusia hanya tinggal diam saja.

Dubes Rusia ini berupaya melakukan dialog perdamaian atas bukti keprihatinannya terhadap muslim Rohingya.

Berikut uraian argumen yang di sampaikan oleh Dubes Rusia : "Kami menyarankan upaya dialog sebagai solusi utama terciptanya perdamaian di tanah Rakhine, Myanmar," ungkap Mikhail Galuzin (27/9/2017).

"Kami juga menyarankan agar akses kemanusiaan ke Rakhine terus dibuka dan pemerintah Myanmar terus bekerja sama dengan Palang Merang Internasional agar bisa menolong para korban," tambahnya.

Aung San Suu Kyi, selaku Pemimpin de facto Myanmar. Ia menyalahkan kepada teroris atas konflik yang terjadi di negaranya itu. Ia menyalahkan teroris karena dianggap mereka telah menyebarkan informasi yang tidak valid atas kejadian yang terjadi di Rohingya, sehingga dianggapnya tersebar luaskan informasi yang salah.

Berdasarkan informasi, bahwa sekitar 400.000 jiwa warga Rohingya telah berusaha melarikan diri dari tindak kekerasan tersebut ke negara Bangladesh, yang merupakan negara tetangga Myanmar dan menjadi negara tujuan utama warga Rohingya.

Kekerasan di Rakhine, khususnya yang terjadi pada pada warga Rohingya telah terjadi sejak Oktober 2016 lalu. Disebabkan adanya dugaan atas ikut campurnya teroris yang datang ke Myanmar. Pada Agustus lalu diduganya para teroris yang telah menyerang pos polisi di Myanmar dan menewaskan sekitar 100 personil. Dari hal inilah muncul kembali gejolak kekerasan pada etnis Rohingya.

Pemerintah Myanmar sendiri menyatakan, bahwa telah terjadi bentrokan antara militer dan para teroris di Rakhine yang mengakibatkan 400 orang tewas dalam kejadian itu.

Bukan hanya hal itu saja, pemerintah Myanmar juga menolak atas tuduhan bahwa operasi militer di Rakhine bukanlah semata-mata untuk pembersihan etnis. Pihaknya menyatakan bahwa operasi tersebut di lakukan untuk memburu para pelaku teror tersebut.

Pemerintah Myanmar menegaskan bahwa akibat para pelaku teror inilah yang membuat warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Dan saat ini warga Rohingnya yang mengungsi ke Bangladesh, tepatnya ke wilayah Cox's Bazar.

Sungguh kejadian dan peristiwa yang sangat memilukan bagi orang-orang yang berpikir bahwa ini merupakan tindakan yang keji. Seharusnya terdapat keadilan dan ada solusi untuk menangani semua permasalahan yang dialami oleh etnis Rohingya. Semoga usaha yang di lakukan oleh Duta Besar Rusia, Mikhail Galuzin dapat mendatangkan solusi terbaik.

Sumber
Advertisement

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon