TERBARU : Aksi Skimmer Internasional "Ion Labanji" dan "Iurie Vrabie" di Indonesia - Bali

Umarweb.com, News - Semakin bertebarannya aksi kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang dapat merugikan beberapa pihak tentunya harus lebih diwaspadai dan segera diberantas. Kasus yang baru-baru ini telah terjadi tindak kejahatan (Skimming) dan pelakunya merupakan orang asing yang beraksi di Indonesia. Skimming merupakan suatu aksi kejahatan dengan cara mencuri informasi yang terdapat pada kartu kredit atau debit (menyalin informasi) yang terdapat pada strip magnetik kartu, bahkan kejadian seperti ini sudah terkuak sejak 2009. Perlu kewaspadaan super ketat karena kejahatan seperti ini masih terjadi hingga saat ini.

Data yang telah tercatat oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri ada 1.549 kasus. Hal ini menandakan bahwa Indonesia merupakan sasaran empuk bagi para oknum pelaku kejahatan Skimming yang sudah mencapai sepertiga dalam skala Internasional. 
SKIMMER INTERNASIONAL
Kejahatan Skimming ini tidaklah main-main dan pelakunya bukanlah orang sembarangan. Pelaku ini mereka adalah orang-orang lintas negara. Artinya, mereka sudah terbentuk berdasarkan jaringan. Informasi ini didapatkan dari website Liputan6.com. (Juli 2017 lalu).
Salah satu pelaku dari kejahatan ini bernama Ion Labanji (40), yang beridentitas (paspor) dari Maldova. Dia beraksi bersama rekannya yang bernama Iurie Vrabie (37). Mereka berdua melakukan aksi Skimming ini di Bali dengan cara menaruh alat Skimming di mesin ATM yang terdapat di Bali pada beberapa lokasi.

Dari data-data yang ditemukan oleh Polisi, bahwa mereka di duga merupakan pelaku kejahatan Internasional yang menjadikan Indonesia sebagai sasaran dari aksi kejahatannya. 

Kasus ini mulai terkuak dari hasil upaya Bareskrim yang mendeteksi bahwa terjadi penarikan sejumlah uang di dua bank dalam negeri yang berasal dari rekening 56 nasabah. Anehnya, dalam penarikan gelap ini dilakukan bukan di Indoensia itu semata. Aksi penarikan uang ini malah dilakukan di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Mexico, Bulgaria, dan sejumlah negara lainnya.

Akibat kejadian ini para nasabah yang tercatat sekitar 56 orang melaporkan kejadian ini ke pihak bank yang bersangkutan. Mereka merasa heran bahwa mereka sama sekali tidak merasa melakukan penarikan uang, tetapi saldo mereka terpotong. 

Baca juga artikel penting : Sejarah Bangsa Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan oleh Polri, terdapat kiriman surat kaleng yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Inti dari isi surat kaleng tersebut menyatakan bahwa ada sekelompok siber sindikat kejahatan finansial yang sedang beroperasi di Bali. Para sindikat ini telah menggunakan identitas palsu untuk menyeludup masuk ke Indonesia dan berpura-pura sebagai Turis. Kapolri langsung mengambil langkah tegas dan melaporkan ke Direktorat Siber Bareskrim Polri.

Pada surat kaleng tersebut, penulis telah mencantumkan dua nomor seluler yang dapat dihubungi. Pihak Polri tidak menunggu lama lagi, dari data nomor tersebut langsung dilakukan telisik oleh pihak Polri yang bertujuan menemukan informasi yang lebih akurat lagi tentang para sindikat kejahatan ini.

Kasubdit Siber Kombes Irwan Anwar menyatakan bahwa, si pengirim surat kaleng tersebut merupakan salah satu anggota keluarga dari sindikat kejahatan ini yang telah tertangkap terlebih dahulu oleh pihak yang berwajib dan si penulis surat ini telah merasa sakit hati.

Dari hasil adanya nomor seluler para pelaku, Bareskrim telah dimudahkan untuk mendapatkan informasi kegiatan yang telah dilakukan oleh tersangka. Pihak Bareskrim melakukan Sadap melalui nomor seluler tersebut sehingga terlacak kegiatan para sindikat.

Pada 3 Agustus 2017, Polisi melakukan aksi pelacakan kejahatan Skimming ini yang berlokasi bukan di Bali melainkan di Surabaya. 

Ion Labanji dan Iurie Vrabie tidak menyadari bahwa Bareskrim Polri sedang mengawasi gerak-gerik mereka yang sedang melakukan aksi kejahatan di dalam ruangan berkaca yang terdapat dua mesin ATM (Varna Culture Hotel), Surabaya. Ion Labanji melakukan aksinya dengan mengenakan kaos merah dan topi berwarna hitam, ia masuk ke dalam ruangan tersebut dan Iurie Vrabie mengawasi keadaan di luar.

Berdasarkan data yang diambil dari rekaman CCTV, bahwa pelaku kejahatan sedang melakukan aksinya dengan berhati-hati sekali. Labanji terlihat cukup lama berdiri di depan mesin ATM. Apabila dilihat dari luar ia seperti sedang melakukan sebuah transaksi. Tetapi apabila dilihat lebih jeli lagi ternyata ia sedang berusaha mengoperasikan mesin Skimmer supaya dapat bekerja pada mesin ATM tersebut melalui lubang yang berfungsi untuk memasukkan kartu debit.

Ipda Bambang Meiriawan, menyatakan telah menemukan alat bukti skimmer pada saat beroperasi di TKP.
Ipda Bmbang juga menyatakan bahwa telah menemukan kartu dalam kondisi masih kosong, yang nantinya akan dipakai untuk transaksi kejahatan para pelaku.
Alat Skimming yang ditemukan sebagai barang bukti
Setelah pelaku kriminal itu beraksi, maka Petugas langsung mengepung dan memborgol kedua pelaku kejahatan tersebut.

Lebih berhati-hatilah dalam melakukan segala bentuk transaksi karena tindak kriminal dan kejahat dapat terjadi pada saat yang tidak terduga. Selalu waspada pada setiap situasi dan kondisi dimanapun berada.

0 Response to "TERBARU : Aksi Skimmer Internasional "Ion Labanji" dan "Iurie Vrabie" di Indonesia - Bali "

Post a Comment