9/01/2017

Sejarah Bangsa Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia


Sejarah Bangsa dalam Memeperjuangkan Kemerdekaan Indonesia - Berikut ini akan admin uraikan mengenai sejarah singkat para pejuang Bangsa dalam merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari tangan para penjajah.

Artikel mengenai Sejarah Bangsa dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia ini merupakan salah satu dari materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Dasar (SD). Berikut ulasannya semoga dapat membantu adik-adik dalam menambah wawasan tentang Ilmu Pengetahuan Soasialnya.



Pidato 1 Juni 1945 (Ir. Soekarno)


A). Usaha-usaha Dilakukan dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indoensia

Bangsa Indoensia telah melakukan dan mengupayakan beberapa usaha-usaha dalam rangka mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Tetapi, pihak penjajah melarang pergerakan itu untuk banyak dilakukan melainkan hanya memperbolehkan kepada organisasi atau badan-badan yang bertugas membantu pihak Jepang kala itu.

Pada 1 Maret 1945, seorang Jenderal (Kamakuci Herada) yang berasal dari Jepang, membantu dalam mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia dengan menghimbau untuk segera membentuk badan yang berfungsi mempersiapkan Kemerdekaan Indoensia. Badan tersebut telah dinamakan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat BPUPKI. Badan ini bertujuan untuk mempersiapkan hal-hal penting terkait bagaimana persiapan Indonesia setelah merdeka, seperti mempersiapkan tatanan negara yang harus dibangun akan seperti apa. BPUPKI diketuai oleh dr. Radjiman Wedyodinigrat. BPUPKI telah diresmikan pada tanggal 29 Mei 1945.

Pada 29 Mei 1945 telah diadakan sidang BPUPKI, disinilah Mohammad Yamin mengusulkan beberapa rancangan dasar negara Indonesia. Rancangan tersebut berisikan : Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan dan Kesejahteraan Rakyat. Dilanjutkan pada tanggal 31 Mei 1945, giliran Supomo mengusulkan rancangan dasar negara Indonesia. Rancangan tersebut berisikan : Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah dan Keadilan Sosial. Terakhir pada tanggal 1 Juni 1945, giliran Ir. Soekarno mengusulkan lima rancangan dasar negara Indonesia yang diberi nama PANCASILA. Isi dari rancangan tersebut yaitu : Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Usaha berikutnya yaitu pada tanggal 22 Juni 1945 telah dibentuk panitia sembilan atau disebut juga panitia kecil, panitia tersebut terdiri dari :
  1. Ir. Soekarno,
  2. Drs. Moh. Hatta,
  3. Muhamad Yamin,
  4. A. A. Maramis,
  5. Ahmad Subardjo,
  6. Abdulkahar Muzakar,
  7. KH. Wachid Hasyim,
  8. KH. Agus Salim, dan
  9. Abikusno Tjokrosujoso.
Panitia sembilan ini diketuai oleh Ir. soekarno. Fungsi dan tugas dari panitia sembilan adalah merumuskan bagaimana asas dan tujuan negara Indonesia dapat merdeka. Dari hasil perumusan tersebut panitia sembilan telah berhasil mencetuskan sebuah dokumen penting yang kita kenal sekarang sebagai Jakarta Charter atau biasa dikenal dengan Piagam Jakarta. Setelah terbentuk Piagam Djakarta, maka dokumen tersebut dijadikan sebagai Mukaddimah dalam Undang-Undang Dasar 1945. Tetapi, telah terjadi perubahan redaksi dalam Piagam Djakarta, yaitu pada bagian "Ketuhana dengan berkewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya". Kalimat tersebut dirubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Hal ini mengapa dilakukan ? Karena untuk memberikan toleransi kepada pemeluk agama lain, karena kita tahu bahwa bangsa Indonesia beragam pemeluk agamanya.




Piagam Djakarta dan Dekrit Presiden

Pada tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, Badan Pemeriksa Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidang yang ke-2. Dalam sidang ini mereka telah berhasil membuat Rancangan Undang-Undang Dasar untuk Indonesia Merdeka.

B). Diperlukannya Perumusan-perumusan Dasar Negara Sebelum Merdeka

Pada peristiwa perang Pasifik, pihak Jepang semakin terpojok. Tibalah puncaknya pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hirosima dibom oleh Negara Amerika Serikat. Tidak berseling lama pada tanggal 9 Agustus 1945 ota Nagasaki yang juga berada di Jepang telah dibom oleh Amerika Serikat. Akibatnya, pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyatakan menyerah dan kalah kepada sekutu. Dari kejadian tersebut, Indonesia bangkit dan menafaatkan kesempatan tersebut untuk menyatakan Kemerdekaan Negara Kesatuan Repubklik Indonesia.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI telah resmi dibubarkan. Sebagai gantinya dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau dikenal dengan (PPKI). PPKI beranggotakan 21 orang yang diketuai lagi oleh Ir. Soekarno. Pada tanggal 9 Agustus 1945, tiga tokoh bangsa Indonesia seorang Panglima Mandala Asia Tenggara yaitu "Marsekal Terauci" ke Saigon. Tiga tokoh tersebut adalah : Ir. soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat. Dilanjutkan pada tanggal 12 Agustus 1945, ketiga tokoh tersebut bertemu dengan marsekal Terauci di Dalath (Vietnam Selatan). Hasil dari pertemuan tersebut, Marsekal Terauci menyempaikan bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Dalam pelaksanaannya diserahkan kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Meskipun PPKI tidak pernah diresmikan dalam pembentukannya, dan Pengurusnya tidak dilantik sampai pihak Jepang menyerah kepada sekutu. Tetapi, dengan semangat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia PPKI mampu menajalankan fungsinya sampai dengan perumusan Proklamasi. Sampailah pada hari dimana menjadi hari yang paling bersejarah, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 18 Agustus mengadakan sidang pertama. Dari persidangan itu, PPKI menghasilkan tiga keputusan penting, yaitu :
  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai undang-undang dasar negara Indonesia.
  2. Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden.
  3. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bertugas untuk membentu presiden dan wakil presiden sebelum lembega resmi terbentuk.
Pada pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan Pancasila. Rumusan tersebutlah yang nyatanya digunakan sampai saat ini. Peran rumusan Pancasila ini sangatlah penting dalam perjalanan memperjuangkan kemerdekaan Indoensia.

Itulah sekilas mengenai Sejarah Bangsa dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Semoga artikel ini dapat membantu adik-adik untuk menjawab pertanyaan dari Ibu/Bapak guru di sekolah, maupun sebagai media pembelajaran dalam menambah wawasan pembaca.

0 komentar

Post a Comment