Materi Etika Bisnis (Definisi, Contoh, dan Unsur) Untuk Kehidupan Sehari-hari

Umarweb.com, Materi Etika Bisnis (Definisi, Contoh, dan Unsur) Untuk Kehidupan Sehari-hari - Kata "Etika", sering kita dengar di dalam kehidupan bermasyarakat. Dan apakah kita sudah mengetahui apa sebenarnya etika itu ? Yang bagaimana etika itu, seperti apa contohnya ? unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam etika tersebut ? sehingga kita berani untuk mengatakan prilaku yang beretika atau tidak beretika. Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu "Ethos" yang mempunyai arti : suatu kebiasaan, adat, akhlak, sikap, watak, perasaan atau cara berpikir seseorang.
Etika Bisnis (definisi, contoh, dan unsur)
Para ahli berpendapat mengenai definisi Etika. Berikut beberapa definisi etika menurut para ahli :
1). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) : "Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)"
2). Drs. O.P Simorangkir berpendapat, bahwa : "Etika atau etika adalah sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik".
3). Frans Magnis Suseno berpendapat tentang etika : "Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".

Kalau saya simpulkan, bahwa Etika merupakan suatu ilmu yang menjadi dasar, acuan, pedoman manusia supaya dapat mengetahui mana tindakan yang baik dan mana tindakan yang tidak baik. Etika ini sifatnya tidak terlihat secara kasat mata, akan tetapi dapat muncul pada setiap individu sehingga ia dapat bertindak dan berprilaku dengan baik.

Setelah kita mengetahui definisi etika, maka selanjutnya akan dibahas contoh-contoh dari etika. Berikut adalah contohnya :
  1. Berintegritas (Kejujuran).
  2. Bersifat tidak kekanak-kanakkan (Dewasa).
  3. Berapang dada dalam berkomunikasi.
  4. Memanggil orang lain dengan sebutan yang baik.
  5. Menggunakan perkataan atau argumentasi yang efektif dan efisien.
  6. Bersikap sabar (tidak suka emosi).
  7. Mempunyai inisiatif untuk memulai pembicaraan (diskusi).
  8. Berbahasa yang sopan, baik, dan ramah.
  9. Berpakaian dengan baik dan sopan berdasarkan keadaan.
  10. Berprilaku yang baik dan sopan.
Apabila sudah dapat dipahami definisi dari etika dan sudah tahu contoh-contoh etika itu sendiri, maka selanjutnya akan diuraikan unsur-unsur didalam etika :

Unsur-unsur Etika Meliputi :
  • Unsur Kebebasan
Dengan adanya kebebasan berarti manusia berhak untuk menentukan bagaimana bersikap dan berprilaku. Kebebasan ini merupakan unsur yang cukup penting didalam norma moral. Jadi, manusia diberikan suatu pilihan yang dapat ditentukan berdasarkan keinginan yang akan menimbulkan prilaku dan perbuatan manusia yang baik dan tidak baik. Kebebasan manusia dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Kebebasan Sosial : yaitu kebebasan yang diterima dari orang lain (faktor eksternal) yang bersifat heteronom.
  2. Kebebbasan Eksistensial : yaitu kemampuan manusia untuk menentukan suatu sikap dan prilaku diri sendiri dan mempunyai sifat yang otonom.
  • Unsur Tanggung Jawab
Tanggung jawab dapat didefinisikan sebagai sikap sukarela atau kesediaan dalam melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. Kewajiban merupakan beban yang harus dilaksanakan. Setiap bentuk tanggung jawab akan senantiasa menuntut pertanggung jawaban atas apa yang telah dilaksanakan berdasarkan dari apa yang telah dikerjakan. Pertanggung jawaban inilah yang yang merupakan suatu tindakan memberi penjelasan yang dapat dibenarkan melalui moral atau melalui hukum. Hal inilah yang kemudian disebut dengan akuntabilitas. Berbagai pertimbangan moral hanya dapat ditujukan bagi individu yang dapat bertanggung jawab.
  • Hati Nurani
  1. Suara hati sering disebut sebagai hati nurani. Akan tetapi kata "Synteresis" lebih tepat untuk diartikan sebagai hati nurani, yaitu pengetahun intuitif tentang prinsip-prinsip dasar moral.
  2. Menurut pendapat Aquinas, hati nurani ini berasal dari Tuhan dan tidak mungkin keliru.
  3. Franz Magnis Suseno, mengatakan ada tiga lembaga normative yang mengajukan norma-norma mereka kepada kita, yaitu pemerintah, guru, orang tua, teman sebaya, dan pemuka agama.
PENGERTIAN ETIKA BISNIS

Menurut Velasquez, 2005 : Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan tidak benar. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan pelaku bisnis.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa poin yang harus diperhatikan, yaitu :
  1. Adanya pengendalian diri.
  2. Pengembangan tanggung jawab sosial.
  3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
  4. Dapat menciptakan persaingan yang sehat.
  5. Menerapkan konsep "Pembangunan berkelanjutan".
  6. Mampu menyatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
  7. Konsekuen dan komitmen dengan aturan main yang telah disepakati oleh bersama.
  8. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati bersama.
  9. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
  10. Menumbuhkan sikap percaya antar golongan pengusaha menengah keatas dan menengah kebawah.
Apabila didefinisikan secara sederhana, Etika bisnis adalah : cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang bersangkutan dengan individu, industri, perusahaan, dan masyarakat itu sendiri. 

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang telah diatur dalam hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan suatu wilayah yang tidak diatur oleh huku,.

Dengan adanya suatu etika yang memberikan arahan dan pijakan kepada setiap individu untuk dapat berprilaku dan bertindak dengan moral yang baik, maka kegiatan bisnis di suatu perusahaan akan berjalan dengan baik apabila setiap komponen saling berkesinambungan sama sama menjalankan kewajiban, hak, tanggung jawab, keadilan, norma-norma berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
Advertisement

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon